Dalam laporannya, Pefindo menegaskan bahwa peringkat kredit merupakan opini atas kemampuan entitas dalam memenuhi kewajiban finansial secara penuh dan tepat waktu berdasarkan asumsi yang berlaku saat pemeringkatan dilakukan.
Pefindo juga menekankan bahwa peringkat tersebut bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan efek utang, maupun dasar pengambilan keputusan investasi.
Sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan pengembangan infrastruktur, termasuk pengelolaan jalan tol, kemampuan menjaga likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan profil kredit Hutama Karya. Dengan kas Rp6,2 triliun dan fasilitas kredit Rp4,3 triliun, sumber likuiditas perseroan secara nominal jauh melampaui nilai surat utang yang akan jatuh tempo.
(Shifa Nurhaliza Putri)