Arus dana ini mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia, di mana penjualan ritel November 2025 tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), laju tercepat sejak Maret 2024.
Secara global, pelaku pasar juga akan memantau rilis pertumbuhan ekonomi China kuartal IV 2025 yang diperkirakan berada di angka 4,4 persen (yoy), serta data inflasi AS (Core PCE Price Index) yang menjadi rujukan utama Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Merespons kondisi pasar yang terkonsolidasi, IPOT merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham yang menjadi incaran asing serta instrumen pendapatan tetap.
- JPFA (Buy): Saham unggas ini diprediksi mendapat katalis positif dari lonjakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026.
"Kenaikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, melonjak lebih dari 5 kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu Rp51,5 triliun, menjadi katalis struktural yang sangat kuat bagi JPFA," ungkap Imam.