sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Berpotensi Konsolidasi di Level 9.000, Pantau JPFA hingga AADI

Market news editor Anggie Ariesta
19/01/2026 08:18 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memasuki fase konsolidasi pada pekan ini (19–23 Januari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memasuki fase konsolidasi pada pekan ini (19–23 Januari 2026). (Foto: iNews Media Group)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memasuki fase konsolidasi pada pekan ini (19–23 Januari 2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memasuki fase konsolidasi pada pekan ini (19–23 Januari 2026). Setelah mencatatkan performa impresif dengan menguat 1,55 persen ke level 9.075 pada penutupan Kamis pekan lalu, pergerakan indeks kini dibayangi oleh penantian pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi memproyeksikan indeks bergerak dalam rentang yang terbatas seiring dengan dinamika pasar global dan domestik.

“Memasuki pekan 19–23 Januari 2026, fokus pasar akan beralih pada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan global dan domestik, sehingga dalam sepekan kedepan IHSG diprediksi cenderung ke fase konsolidasi dengan rentang support di 9.000 dan resistance di 9.200,” kata Imam dalam risetnya, Senin (19/1/2026).

Salah satu sentimen utama yang dicermati investor domestik adalah arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara NATO dan Eropa.

Di sisi lain, aliran modal asing terpantau masih deras masuk ke pasar keuangan dalam negeri. Sepanjang sepekan terakhir, investor asing membukukan beli bersih (net buy) mencapai Rp3,2 triliun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement