Pada 2013, pasar kembali terguncang akibat Taper Tantrum, yakni ketika bank sentral Amerika Serikat memberi sinyal pengurangan stimulus moneter. Peristiwa tersebut mendorong IHSG terkoreksi 23,9 persen selama 3,3 bulan.
Kemudian pada 2015, devaluasi yuan oleh China memicu gejolak di pasar keuangan global dan menyeret IHSG turun 25,4 persen dengan fase penurunan selama 5,7 bulan.
Siklus keenam terjadi pada 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Kepanikan pasar menyebabkan IHSG merosot 37,7 persen hanya dalam waktu 2,3 bulan, menjadikannya salah satu koreksi tercepat dalam sejarah.
Adapun siklus ketujuh berlangsung pada 2025 akibat kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu ketidakpastian global. Pada periode ini IHSG mengalami koreksi 24,5 persen selama sekitar 6,6 bulan.
(kunthi fahmar sandy)