Menurut Ratih, rumor tersebut tidak berdampak terhadap operasional, kinerja keuangan, maupun pengendalian perseroan.
Dari pasar global, sentimen cenderung negatif setelah bursa Wall Street ditutup melemah akibat aksi profit taking. Indeks Nasdaq terkoreksi 1,33 persen, sedangkan S&P 500 turun 0,69 persen pada perdagangan 18 Agustus 2026.
Tekanan pasar juga datang dari kenaikan harga minyak Brent yang telah menguat selama dua pekan berturut-turut dengan akumulasi kenaikan 8,7 persen hingga mencapai USD91 per barel pada 18 Agustus 2026.
Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan turut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury 10 tahun (US 10Y) menyentuh 4,71% pada 19 Agustus 2026. Kenaikan yield tersebut terjadi di tengah tekanan jual pada pasar obligasi Amerika Serikat.