Dari sisi domestik, tekanan terhadap IHSG juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah. Kurs referensi JISDOR terdepresiasi ke level Rp16.848 per dolar AS pada 2 Maret 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Selain itu, rilis data inflasi Februari 2026 turut menjadi sentimen negatif. Inflasi tahunan tercatat sebesar 4,76 persen year-on-year (yoy), meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya 3,55 persen yoy dan berada di atas target Bank Indonesia di kisaran 1,5-3,5 persen.
Kenaikan inflasi dipengaruhi efek basis rendah (low base effect) setelah berakhirnya diskon tarif listrik rumah tangga 50 persen pada Januari-Februari 2026.
Dari eksternal, bursa Wall Street bergerak terbatas dengan kecenderungan positif. Indeks Nasdaq menguat 0,36 persen, sementara Dow Jones terkoreksi tipis 0,15 persen pada 2 Maret 2026.
Meski sempat melemah di awal sesi, investor melakukan aksi beli saat harga turun (buy on weakness), terutama pada sektor teknologi, energi, dan pertahanan.