“Secara historis, aktivitas perdagangan memang cenderung melambat selama Ramadan. Karena itu, pergerakan IHSG yang sideways dalam sebulan ke depan merupakan hal yang sepenuhnya normal,” tulis Kiwoom Sekuritas dalam risetnya.
Dari sisi sentimen, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Kamis (19/2). Sementara itu, rupiah ditutup di kisaran Rp16.888 per dolar AS.
Secara teknikal, pada Kamis, IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday 8.376, namun tertahan di area resistance moving average (MA-20).
Penolakan tersebut memicu pembentukan pola candlestick menyerupai dark cloud cover, yang mengindikasikan potensi konsolidasi lanjutan menuju area support MA-10 di sekitar 8.170.
Kiwoom Sekuritas menyarankan pelaku pasar mencermati saham atau sektor yang mendapat sentimen positif, baik dari dinamika global maupun domestik seperti musim rilis kinerja.