AALI
9950
ABBA
304
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1280
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1395
AGRO
1245
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1290
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.78
-1.16%
-5.94
IHSG
6664.34
-0.92%
-62.04
LQ45
949.25
-1.1%
-10.51
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

IHSG Longsor di Atas 2 Persen Jelang Akhir Pekan, Covid-19 Jadi Penyebabnya

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 26 November 2021 16:03 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami longsoran parah pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 137,79 poin atau sekitar 2,06 persen ke level 6.651.
IHSG Longsor di Atas 2 Persen Jelang Akhir Pekan, Covid-19 Jadi Penyebabnya. (Foto: MNC Media)
IHSG Longsor di Atas 2 Persen Jelang Akhir Pekan, Covid-19 Jadi Penyebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami longsoran parah pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 137,79 poin atau sekitar 2,06 persen ke level 6.651.

Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio, mengatakan, IHSG anjlok karena hari ini sentimen datang dari Covid-19 varian baru Afrika Selatan dan meledaknya kembali kasus di Eropa sehingga mengakibatkan banyak lockdown terjadi.

"Nah ini yang menimbulkan kekhawatiran terjadinya perlambatan ekonomi lagi ditengah inflasi yang sedemikian tinggi sekarang, belum lagi beberapa negara seperti US juga Eropa akan segera tapering. Nah ini semua jadi sentimen yang membuat investor cenderung lebih reaktif dari negative news seperti ini," ujarnya dalam 2nd Session Closing IDX, Jumat (26/11/2021).

Parningotan menambahkan, akibatnya bursa saham Indonesia, Asia, Eropa hari ini cenderung terkoreksi, tidak dengan Amerika Serikat yang sedang ada libur Thanksgiving.

Secara teknikal, koreksi hari ini adalah wajar. Sebab menurut Parningotan, saat memasuki bulan Desember, dari histori IHSG tidak pernah berada di negatif.

"Jadi saya rasa dengan keadaan sekarang mungkin bisa dijadikan area untuk spekulatif buy, tinggal lihat saja di level support 6.550 - 6.480, mungkin IHSG cenderung berada di area situ" katanya.

Parningotan khawatir bahwa kondisi IHSG akan sama seperti merebaknya varian Delta saat itu yang mengakibatkan lockdown dimana-mana. Mengingat kondisi sekarang yang sudah semakin pulih, bahkan bursa Eropa sudah menguat sebelum Covid-19 terjadi.

"Sementara, bank sentral sudah siap-siap melakukan tapering sehingga merusak skenario pasar dari harga, karena ini mengakibatkan investor cenderung jadi berhati-hati," jelasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD