AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

IHSG Melemah 0,18 Persen, Analis Sebut Imbas dari Koreksi Wall Street

MARKET NEWS
Rabu, 10 November 2021 11:10 WIB
Berikut keterangan analis soal melemahnya IHSG dalam pembukaan perdagangan hari ini(10/11).
IHSG Melemah 0,18 Persen, Analis Sebut Imbas dari Koreksi Wall Street (Dok.MNC Media)
IHSG Melemah 0,18 Persen, Analis Sebut Imbas dari Koreksi Wall Street (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan saham hari ini, Rabu (10/11/2021). Pukul 10:40 WIB, IHSG melemah -0,18%, di level 6.658.  

Terdapat 201 saham menguat, 289 saham melemah, dan 165 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp4,8 triliun dari 8,9 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan sentimen pelemahan IHSG berasal dari kinerja yang buruk di pasar Wall Street semalam. Namun, menurutnya, koreksi pasar Amerika Serikat masih tergolong wajar menyusul rilis data ekonomi makronya.

"Kalau kita lihat sentimen ada di penutupan Wall Street semalam yang mengalami koreksi yang cukup sehat, pasar juga masih menanti rilis Consumer Price Index dan memang ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap pasar. Dengan adanya proyeksi tersebut maka investor semakin bisa melihat kondisi makro ekonomi pasar." ujarnya, Rabu (10/11/2021).

Adapun saham-saham pilihan Nafan, di antaranya JPFA support di level 1.690 dan resistance di level 1.765, BSDE support di level 1.105 dan resistance di level 1.170, kemudian ada BRMS support di level 98 dan resistance di level 103, terakhir SMRA support di level 940 dan resistance di level 1.005.

"Kalau sentimen negatif masih terus bermunculan, maka saya pikir strategi hit and run itu juga bisa dilakukan oleh para trader. Walaupun misalnya bagi para pelaku investor, mereka akan melihat dari prospek ini secara jangka panjang, seperti kenaikan kinerja laporan keuangan. Jadi menurut saya ini merupakan sesuatu yang perlu dicermati oleh para investor dalam jangka panjang," terangnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD