Meski IHSG mengalami penurunan, aktivitas perdagangan justru menunjukkan dinamika yang beragam. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham, dari 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian juga naik tipis 1,09 persen menjadi 2,75 juta kali transaksi.
Namun, peningkatan aktivitas tersebut tidak diikuti oleh nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian justru turun 3,67 persen menjadi Rp19,61 triliun, dari Rp20,36 triliun pada pekan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun transaksi lebih ramai, nilai per transaksi cenderung lebih kecil, yang dapat mencerminkan dominasi investor ritel di tengah tekanan pasar.
Secara sektoral, hampir tercatat hampir seluruh sektor mengalami penurunan, misalnya sektor energi yang terkoreksi 8,15 persen, consumer cyclicals turun 6,12 persen, properti 6,3 persen, dan infrastruktur terkoreksi 5,57 persen.
(Rahmat Fiansyah)