Kondisi tersebut mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja akibat tingginya suku bunga.
Menurut BRI Danareksa, data tersebut berpotensi meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed sehingga menjadi sentimen positif bagi aset-aset berisiko.
Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak terbatas menjelang akhir pekan dengan level support di 5.560 dan resistance di 5.820.
Apabila berhasil menembus area resistance, kata BRI Danareksa, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen global.
Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas mencatat pemerintah tengah menyiapkan berbagai insentif untuk menarik investor berinvestasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).