Sementara, nilai tukar rupiah kembali menyentuh level terendah sepanjang masa menjadi Rp17.728 per USD hingga siang ini.
Mengutip laporan Reuters, pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal domestik, transparansi pasar, serta independensi bank sentral.
Sentimen eksternal turut memperburuk tekanan pasar setelah konflik Iran-AS kembali memicu ketidakpastian global dan mendorong harga minyak mentah naik ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya turut menanggapi pelemahan rupiah saat menghadiri agenda di Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026). Menurut dia, pelemahan kurs tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa karena mayoritas tidak bertransaksi menggunakan dolar AS.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah.