Salah satu faktor utama yang mengangkat kepercayaan pasar adalah langkah pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin secara di luar jadwal normal.
Langkah tersebut membuat total kenaikan suku bunga mencapai 75 basis poin dalam tiga pekan dan menjadi kebijakan darurat pertama dalam delapan tahun terakhir.
Menurut UOB Kay Hian, langkah tersebut memberikan sinyal kuat bahwa BI berkomitmen menjaga stabilitas rupiah.
Selain itu, ekspektasi bahwa Kementerian Keuangan akan memberikan ruang lebih besar bagi imbal hasil surat utang pemerintah untuk bergerak mengikuti mekanisme pasar juga dinilai positif.