Pasar diperkirakan mencermati keputusan suku bunga BI yang berpotensi mempertahankan level 5,75 persen, sekaligus melihat nada kebijakan terkait stabilitas rupiah dan waktu konfirmasi calon Gubernur BI.
Selain RDG BI, investor juga akan mencermati proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Komisi XI DPR RI terhadap Destry Damayanti dan sejumlah calon lainnya.
Dari eksternal, perkembangan pembicaraan terkait Selat Hormuz turut menjadi perhatian.
Investor akan melihat apakah kerangka rute Iran-Oman dapat berujung pada pembukaan kembali jalur pelayaran secara nyata atau justru muncul insiden baru yang mendorong harga minyak Brent kembali mendekati USD90 per barel.
Katalis global lainnya adalah risalah rapat Federal Reserve AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19 Agustus waktu setempat, disusul agenda Jackson Hole pada 27-29 Agustus dan pertemuan FOMC berikutnya pada 15-16 September.