"Penguatan rupiah serta perlemahan dolar terhadap mata uang lain menjadi katalis utama dari penguatan bursa di emerging market beberapa hari ke belakang. Terlihat tekanan penjual dari foreign [investor asing] juga mereda," kata pengamat pasar modal Michael Yeoh kepada IDXChannel.com, Selasa (6/5).
Namun dari sisi teknikal, Michael melihat IHSG saat ini tengah berada di zona rawan koreksi.
"Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam range resistance yang kuat, yaitu 6.900–7.000. Ini adalah resistance yang dibentuk dari pola head and shoulders, sehingga saya melihat ada potensi koreksi dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.
Jika koreksi terjadi, ia memperkirakan tekanan jual akan kembali menyasar saham-saham unggulan. "Saham-saham yang akan mengalami pelemahan akan selalu di blue chip, terutama big banks, dan ini menjadi opportunity untuk melakukan buy," demikian mengutip Michael.
Tarif dan The Fed
Perhatian investor tetap tertuju pada potensi meredanya ketegangan dagang antara AS dan China setelah Beijing pekan lalu menyatakan sedang mengevaluasi tawaran dari Washington untuk menggelar perundingan terkait tarif.