Namun, minimnya detail membuat ketidakpastian terus menyelimuti pasar, sementara pelaku pasar mencoba menafsirkan berbagai pernyataan dari Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Minggu, Washington sedang bernegosiasi dengan banyak negara, termasuk China, dan bahwa prioritas utamanya adalah mendapatkan kesepakatan yang adil.
Trump juga pada Senin mengenakan tarif 100 persen terhadap film produksi luar negeri, meski belum ada kejelasan bagaimana kebijakan itu akan diberlakukan.
Menurut analis Saxo Bank, Chanana, sentimen pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh berita terkait tarif. “Artinya, secara taktis, potensi risiko-imbalan tetap cenderung positif, didukung oleh data ekonomi yang masih solid dan harapan akan tercapainya kesepakatan dagang.”
Data pada Senin menunjukkan bahwa sektor jasa AS mengalami percepatan pertumbuhan pada April. Di saat yang sama, indeks harga yang dibayarkan oleh pelaku usaha untuk barang dan jasa melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, menandakan adanya tekanan inflasi akibat tarif.