Demikian pula, saham bank besar turut menjadi movers, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mendaki 4,02 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,67 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 3,55 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 1,87 persen.
IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi di tengah sinyal teknikal yang beragam serta sejumlah data ekonomi domestik yang menunjukkan tekanan.
Phintraco Sekuritas dalam riset 2 Juli 2026 menyebutkan, secara teknikal IHSG menunjukkan indikator Stochastic RSI yang mulai mendekati area oversold.
Namun, indikator MACD berpotensi membentuk death cross, sehingga pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas pada kisaran level 5.600-5.800. Adapun level support IHSG berada di 5.600, pivot 5.700, dan resistance 5.800.
Dari sisi makroekonomi, sentimen pasar masih dibayangi pelemahan aktivitas manufaktur. Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026 dari 50 pada Mei 2026.