"Kami memperkirakan, masih terdapat peluang IHSG menguat paling tidak untuk menguji rentang area 6.476-6.577 dahulu," ujarnya.
Menurutnya, laju IHSG disokong oleh kombinasi rilis data global serta pelonggaran tensi geopolitik internasional. Keputusan lembaga indeks global, MSCI, yang tetap mempertahankan posisi Indonesia di kelompok pasar negara berkembang (emerging market) memberikan kelegaan bagi pelaku pasar.
Selain itu, tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut andil meredam gejolak bursa, karena berdampak langsung pada melandainya harga minyak mentah dunia. Hal ini menjadi katalis positif bagi pos anggaran emiten domestik.
"Dari sisi sentimen, beberapa waktu lalu MSCI sudah mengeluarkan pengumuman awal bahwa Indonesia masih berada di EM dengan beberapa catatan yang perlu dicermati ditambah dengan adanya perjanjian perdamaian AS-Iran sehingga membuat harga minyak dunia cenderung turun masih menjadi sentimen positif bagi IHSG," ujar dia.