IDXChannel - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih tertahan dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil pada perdagangan sepekan ke depan.
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menjelaskan, pelemahan indeks domestik yang dibayangi aksi jual bersih pemodal asing sebesar Rp2,9 triliun dalam sepekan terakhir membuat ruang penguatan pasar masih rawan terkikis aksi pelepasan posisi.
"Saya memperkirakan IHSG pekan depan bergerak dalam rentang 6.350–6.600, dengan area 6.350–6.400 sebagai support penting dan 6.500–6.600 sebagai resistance. Selama mampu bertahan di atas 6.350, peluang technical rebound masih terbuka, sedangkan penembusan 6.600 akan menjadi sinyal yang lebih positif bagi perubahan momentum," ujarnya kepada IDX Channel, Senin (21/9/2026).
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG tergelincir 0,33 persen ke posisi 6.441. Penurunan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia, mengindikasikan sentimen penekan indeks tidak semata-mata bersumber dari dinamika eksternal, melainkan juga faktor kehati-hatian pemodal di dalam negeri.