Sebelumnya, pasar saham domestik tertekan oleh kombinasi sejumlah sentimen negatif, mulai dari aksi outflow investor asing, peringatan terkait transparansi pasar dari MSCI yang kemudian diikuti FTSE Russell, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terendah, ketidakpastian kebijakan di dalam negeri, hingga meningkatnya tensi geopolitik global.
Selama sebulan terakhir, IHSG masih merosot 14,35 persen, sedangkan sepanjang 2026 turun tajam 30,98 persen.
IHSG dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan setelah berhasil bangkit dari tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, menurut BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (11/6), pergerakan indeks kini memasuki fase krusial saat menguji area 6.000, yang akan menentukan apakah reli dapat berlanjut atau hanya menjadi penguatan sementara (relief rally).
BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen domestik saat ini cenderung mendukung pasar saham.