Salah satu pendorong utama adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut dinilai berhasil memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Selain itu, keputusan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi dalam negeri.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan dari luar negeri, terutama meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Konflik tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.
Dari sisi teknikal, IHSG berhasil melanjutkan rebound dan kini menguji area resistance di kisaran 5.900 hingga 6.000.