“Investor tidak disarankan untuk mengikuti pergerakan market dalam jangka waktu pendek. Ketika terjadi stress test, maka volatilitas akan meningkat. Ini juga terlihat dari indikator VIX yang menilai pergerakan saham dari sensitivitas,” kata dia, Selasa (10/3/2026).
Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, investor justru perlu menata strategi investasi dengan perspektif yang lebih panjang.
“Ini adalah kesempatan bagi para investor untuk mendapatkan harga yang jarang terjadi,” ujarnya.
Dari sisi teknikal, Michael juga menyoroti pola pergerakan IHSG yang saat ini masih berada dalam tren bearish.
“IHSG memiliki pola bearish pennant, di mana kemarin terkonfirmasi rebound dari support yang dibentuk pada 2025, yaitu 7.250,” katanya.