sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Roller Coaster, Analis Sarankan Investor Tak Fokus Jangka Pendek

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/03/2026 09:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada Selasa (10/3/2026) di tengah perdagangan yang sangat volatil, setelah turun tajam dalam dua sesi terakhir.
IHSG Roller Coaster, Analis Sarankan Investor Tak Fokus Jangka Pendek. (Foto: Freepik)
IHSG Roller Coaster, Analis Sarankan Investor Tak Fokus Jangka Pendek. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada Selasa (10/3/2026) di tengah perdagangan yang sangat volatil, setelah turun tajam dalam dua sesi terakhir akibat sentimen konflik di Timur Tengah hingga faktor domestik.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.19 WIB IHSG melonjak gap up 2,03 persen ke level 7.486,09, setelah berayun cukup tajam sejak pembukaan perdagangan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,52 triliun dengan volume perdagangan 6,08 miliar saham.

Sebanyak 532 saham menguat, 127 saham melemah, dan 299 saham lainnya bergerak stagnan.

Strategi Investor dan Proyeksi Teknikal

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, investor sebaiknya tidak terpancing mengikuti pergerakan pasar dalam jangka pendek, terutama di tengah kondisi volatil seperti saat ini.

“Investor tidak disarankan untuk mengikuti pergerakan market dalam jangka waktu pendek. Ketika terjadi stress test, maka volatilitas akan meningkat. Ini juga terlihat dari indikator VIX yang menilai pergerakan saham dari sensitivitas,” kata dia, Selasa (10/3/2026).

Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, investor justru perlu menata strategi investasi dengan perspektif yang lebih panjang.

“Ini adalah kesempatan bagi para investor untuk mendapatkan harga yang jarang terjadi,” ujarnya.

Dari sisi teknikal, Michael juga menyoroti pola pergerakan IHSG yang saat ini masih berada dalam tren bearish.

“IHSG memiliki pola bearish pennant, di mana kemarin terkonfirmasi rebound dari support yang dibentuk pada 2025, yaitu 7.250,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan terbaru tersebut masih perlu dicermati karena belum didukung katalis yang kuat.

“Target penurunan IHSG masih berpotensi tercapai yaitu di 7.000-6.850. Di angka ini, IHSG akan berpeluang rebound,” ujar Michael.

Sentimen Jangka Pendek Membaik

Bursa saham Asia menguat dan harga minyak anjlok pada awal perdagangan Selasa (10/3) setelah pasar global bergejolak pada sesi sebelumnya.

Sentimen membaik setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa perang di Timur Tengah bisa “segera berakhir”.

Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang yang disusun MSCI naik 2,6 persen, sehingga memangkas sebagian kerugian sejak konflik dimulai.

Pada saat yang sama, harga minyak mentah Brent berjangka sempat merosot hingga 10 persen ke bawah USD90 per barel saat perdagangan kembali dibuka.

Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak lebih terbatas. S&P 500 e-mini futures turun 0,2 persen setelah sebelumnya rebound pada Senin.

Melansir dari Reuters, pernyataan Trump memicu optimisme pasar yang kontras dengan perkembangan di Iran.

Di negara itu, kelompok garis keras berkumpul untuk menyatakan dukungan terhadap Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, sebagai bentuk perlawanan.

Sinyal yang saling bertentangan tersebut membuat pasar global bergejolak pada Senin.

Harga minyak sempat melonjak sementara saham di Wall Street jatuh, sebelum akhirnya berbalik naik setelah komentar Trump dan laporan yang menyebut Washington mungkin melonggarkan sanksi terhadap energi Rusia.

Analis pasar IG di Sydney Tony Sycamore mengatakan, meskipun sentimen panik jangka pendek mulai mereda, sulit untuk sepenuhnya menerima klaim bahwa konflik tersebut sudah “sangat selesai”. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement