IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan pada perdagangan pekan ini di tengah lonjakan pada nilai transaksi harian di pasar saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir turun 0,14 persen ke level 7.097,057 selama tiga hari (25–27 Maret 2026_. Pelemahan ini terjadi meski aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan yang cukup kuat.
Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp23,3 triliun, melonjak 15,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, frekuensi transaksi juga naik 9,01 persen menjadi 1,72 juta kali transaksi per hari.
Kendati demikian, peningkatan aktivitas tersebut tidak diikuti penguatan indeks. Tekanan jual, khususnya dari investor asing, masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar.
Dalam sepekan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp22,37 triliun. Nilai ini melonjak tajam dibandingkan pekan sebelumnya, menunjukkan masih kuatnya arus dana keluar dari pasar domestik.
Di sisi lain, pergerakan indeks juga cenderung fluktuatif dengan rentang yang cukup lebar. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.323,702 dan terendah di 7.057,223 selama periode perdagangan pekan ini.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang relatif aktif namun belum solid. Peningkatan nilai transaksi lebih mencerminkan tingginya aktivitas jual beli, termasuk aksi ambil untung (profit taking), dibandingkan akumulasi yang mampu mendorong penguatan indeks.
Selain itu, kapitalisasi pasar tercatat sedikit menurun sebesar 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun, sejalan dengan tekanan yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan IHSG pekan ini menunjukkan likuiditas meningkat namun sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, terutama di tengah derasnya arus keluar dana asing.
(Rahmat Fiansyah)