Di sisi lain, pergerakan indeks juga cenderung fluktuatif dengan rentang yang cukup lebar. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.323,702 dan terendah di 7.057,223 selama periode perdagangan pekan ini.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang relatif aktif namun belum solid. Peningkatan nilai transaksi lebih mencerminkan tingginya aktivitas jual beli, termasuk aksi ambil untung (profit taking), dibandingkan akumulasi yang mampu mendorong penguatan indeks.
Selain itu, kapitalisasi pasar tercatat sedikit menurun sebesar 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun, sejalan dengan tekanan yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan IHSG pekan ini menunjukkan likuiditas meningkat namun sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, terutama di tengah derasnya arus keluar dana asing.
(Rahmat Fiansyah)