BRI Danareksa Sekuritas menilai pada Kamis (21/5), pergerakan indeks yang kini berada di bawah garis moving average 200 hari atau MA-200 menjadi sinyal bahwa tren bearish masih dominan di pasar saham domestik.
Tekanan jual juga tercermin dari indikator MACD yang kembali melemah dan menunjukkan momentum penurunan masih berlanjut.
Dalam analisisnya, BRI Danareksa menyebut area resistance IHSG berada di level 6.635, sementara support terdekat diperkirakan di 6.220.
Jika tekanan berlanjut, pasar juga mencermati area gap di level 6.100 hingga major support di kisaran 5.900 sebagai titik penting berikutnya.
Dari sisi sentimen, pasar dibebani sejumlah faktor eksternal dan domestik.
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen memicu kekhawatiran terhadap likuiditas dan meningkatnya cost of capital di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.