Selain itu, pelemahan saham-saham milik Grup Barito besutan Prajogo Pangestu seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Pacific Tbk (BREN) turut menjadi pemberat utama IHSG dalam beberapa perdagangan terakhir.
Sentimen global juga belum kondusif. Risalah rapat Federal Reserve (FOMC) menunjukkan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut masih mempertahankan sikap hawkish seiring meningkatnya risiko inflasi akibat konflik Iran.
Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.
Di sisi lain, rupiah yang masih bergerak di kisaran Rp17.600 per USD turut menambah kekhawatiran investor terhadap potensi capital outflow dari pasar keuangan domestik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.