Dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, tekanan terlihat merata. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 12,73 persen, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang melemah 11,91 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terkoreksi 10,00 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 7,04 persen.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Grup Salim tercatat anjlok 11,18 persen. Tekanan juga datang dari saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang terafiliasi kelompok Aguan-Salim, yang melemah 9,41 persen.
Sebelumnya, IHSG tercatat sempat turun tajam 8 persen secara intraday pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) lalu hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit.
Tekanan pasar muncul setelah pengelola indeks global MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator Indonesia menuntaskan isu kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi.
Dalam penilaiannya, MSCI menyinggung adanya masalah fundamental dari sisi investabilitas atau kelayakan investasi, dengan free float menjadi sorotan utama.