IDXChannel - Bursa saham Asia mayoritas bergerak searah dengan pelemahan kontrak berjangka(futures) Wall Street pada Senin (2/2/2026), di tengah gejolak perdagangan perak yang memicu sentimen waspada di awal pekan yang padat agenda, mulai dari rilis kinerja emiten, pertemuan bank sentral, hingga data ekonomi utama.
Harga perak sempat kembali anjlok hingga 5 persen, setelah pada Jumat lalu terpuruk sekitar 30 persen.
Menurut Reuters, kejatuhan tajam tersebut memaksa penutupan posisi-posisi berleverage dalam transaksi yang sebelumnya sudah terlalu ramai.
Pelaku pasar juga menyoroti penghentian sementara perdagangan UBS SDIC silver futures fund di China sebagai salah satu pemicu tekanan lanjutan.
Harga minyak ikut melemah hampir 3 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akhir pekan lalu bahwa Iran secara serius tengah berbicara dengan Washington.