"Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kenaikan yield obligasi pemerintah AS, di mana tenor 10 tahun berada di 5,11 persen, mencatatkan level tertinggi sejak 2007," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (24/9/2026).
Tekanan eksternal turut tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah. Rupiah melemah terhadap dolar AS dan berada di level Rp17.912 per USD, seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang berada di level 101.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat masih terbuka risiko pelemahan IHSG setelah indeks menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
"Skenario terbaik, pelemahan ini merupakan pullback jangka pendek yang akan menguji area 6.280-6.301. Namun, waspadai koreksi yang lebih dalam bila menembus 6.253," tulis MNC Sekuritas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.