sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak Jadi Pemberat

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
22/09/2026 10:57 WIB
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak Jadi Pemberat. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak Jadi Pemberat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

Hingga sekitar pukul 10.36 WIB, tekanan terbesar datang dari saham perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

IHSG berada di level 6.302,77, turun 1,28 persen. IHSG sempat dibuka di level 6.392,33 dan bergerak pada rentang 6.300,83-6.423,84.

Saham bank besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pemberat terbesar dengan harga turun 2,73 persen ke Rp3.210 per unit. Penurunan tersebut memberikan kontribusi negatif sebesar 13,21 poin terhadap IHSG.

Di posisi berikutnya, saham konglomerat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 3,05 persen ke Rp12.725 per unit, dengan kontribusi negatif 6,56 poin.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menekan indeks setelah turun 1,20 persen ke Rp2.470 per unit. Saham ini memberikan kontribusi negatif 2,78 poin terhadap IHSG.

Berikutnya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 3,65 persen ke Rp185, dengan kontribusi negatif 2,59 poin. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga turun 2,17 persen ke Rp675, menekan IHSG sebesar 2,24 poin.

Tekanan selanjutnya datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 0,40 persen ke Rp6.200, dengan kontribusi negatif 2,22 poin.

Sementara itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 2,44 persen ke Rp1.000, sehingga memberikan kontribusi negatif 2,16 poin terhadap IHSG.

Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turun 3,99 persen ke Rp1.565, dengan kontribusi negatif 1,97 poin. Kemudian saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 1,62 persen ke Rp3.040, memberikan tekanan sebesar 1,94 poin.

Lebih lanjut, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 1,38 persen ke Rp3.570, dengan kontribusi negatif 1,66 poin.

Dengan demikian, 10 saham tersebut secara kumulatif memberikan tekanan sekitar 37,32 poin terhadap IHSG.

Dari sisi sentimen, pasar pekan ini juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September 2026.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, perhatian investor terutama tertuju pada respons BI terhadap tekanan rupiah dan kenaikan yield global.

Ekspektasi pasar masih mengarah pada keputusan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen, sembari mengoptimalkan intervensi valuta asing.

Selain kebijakan BI, investor akan mencermati pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan pasar komoditas. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement