Tekanan juga datang dari saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti yang kerap terjadi belakangan ini.
Pelemahan pasar terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
MNC Sekuritas dalam riset Senin (12/10/2026) menyebut pelemahan IHSG sejalan dengan rupiah yang berada di level Rp17.916 per USD.
Pergerakan pasar saham regional Asia juga cenderung terbatas karena investor menanti sejumlah data ekonomi penting yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global.
Pada Rabu (14/10/2026), pasar mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan China, serta neraca perdagangan China.