“Cenderung negatif untuk IHSG dalam jangka pendek di tengah tekanan jual dan ketidakpastian geopolitik. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan berisiko memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta arus dana asing, sementara data China berpotensi memengaruhi prospek ekspor dan saham berbasis komoditas,” tulis BRI Danareksa.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG masih rawan berbalik terkoreksi.
Level 6.018 dan 5.973 menjadi area support yang perlu dicermati. Jika indeks menembus kedua level tersebut, IHSG berpotensi menguji kisaran 5.850-5.911. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.