Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters menilai BI akan menahan suku bunga untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
Langkah ini dinilai dipengaruhi kembali oleh tekanan terhadap rupiah setelah pecahnya konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut dinilai membatasi ruang BI untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Meski sebelumnya memberi sinyal ingin mendukung pertumbuhan ekonomi, BI telah menahan suku bunga sejak Oktober lalu.
Pelemahan rupiah yang kembali terjadi mendorong bank sentral memprioritaskan stabilitas nilai tukar, yang merupakan mandat utamanya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.