Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah pelemahan tajam bursa saham Asia, terutama pasar yang didominasi emiten teknologi.
Kekhawatiran terhadap peningkatan pengawasan regulasi dan perlambatan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) memicu aksi jual besar-besaran di kawasan tersebut.
Sentimen ini mengikuti kejatuhan saham-saham AS pada perdagangan sebelumnya, yang mencatat penurunan terdalam sejak gejolak pasar akibat kebijakan tarif pada April 2025.
Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 8 persen hingga memicu penghentian sementara perdagangan selama 20 menit melalui mekanisme circuit breaker. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang terkoreksi 6 persen.
Tekanan juga melanda bursa Asia lainnya. Shanghai Composite turun 1,48 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,89 persen, sedangkan STI Singapura turun 2,16 persen.