Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar ini membuat IHSG kembali tertekan karena bobotnya yang dominan dalam indeks.
IHSG kini telah turun sekitar 22 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat pada intraday 20 Januari 2026 di level 9.134,70.
Penurunan lebih dari 20 persen dari posisi puncak umumnya dikategorikan sebagai bear market, yakni kondisi ketika pasar saham berada dalam tren turun berkepanjangan akibat tekanan sentimen negatif, arus keluar dana asing, serta meningkatnya ketidakpastian global.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, IHSG dibuka melemah seiring belum adanya kejelasan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memicu sentimen risk-off di pasar global.
BRI Danareksa menilai negosiasi AS-Iran yang masih belum pasti menjadi faktor utama yang menekan pasar, karena berpotensi memicu volatilitas harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.