sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Tajam 2 Hari, Saham Konglo dan Bank Besar Jadi Beban Lagi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/03/2026 10:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tajam pada Jumat (27/3/2026), melanjutkan penurunan sehari sebelumnya.
IHSG Turun Tajam 2 Hari, Saham Konglo dan Bank Besar Jadi Beban Lagi. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Tajam 2 Hari, Saham Konglo dan Bank Besar Jadi Beban Lagi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tajam pada Jumat (27/3/2026), melanjutkan penurunan sehari sebelumnya dan meneguhkan bear market sejak pengumuman MSCI dan dimulainya perang di Iran.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.03 WIB, IHSG merosot 0,85 persen ke 7.103,44 usai sempat menyentuh level terendah harian 7.070,21.

Sebanyak 404 saham turun, 213 saham naik, dan 341 sisanya stagnan.

Saham big cap konglomerat dan bank besar kembali menekan IHSG pada perdagangan hari ini.

Pelemahan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti Barito Grup melalui PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 3,15 persen ke Rp5.375 per unit dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melemah 1,82 persen ke Rp4.850, serta Grup Astra melalui PT Astra International Tbk (ASII) yang terkoreksi 2,40 persen ke Rp6.100.

Di sisi lain, tekanan juga datang dari sektor perbankan besar.

Saham BBCA turun 2,18 persen ke Rp6.725, BBNI melemah 1,75 persen ke Rp3.930, BMRI turun 0,83 persen ke Rp4.800, dan BBRI terkoreksi 1,15 persen ke Rp3.450.

Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar ini membuat IHSG kembali tertekan karena bobotnya yang dominan dalam indeks.

IHSG kini telah turun sekitar 22 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat pada intraday 20 Januari 2026 di level 9.134,70.

Penurunan lebih dari 20 persen dari posisi puncak umumnya dikategorikan sebagai bear market, yakni kondisi ketika pasar saham berada dalam tren turun berkepanjangan akibat tekanan sentimen negatif, arus keluar dana asing, serta meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, IHSG dibuka melemah seiring belum adanya kejelasan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memicu sentimen risk-off di pasar global.

BRI Danareksa menilai negosiasi AS-Iran yang masih belum pasti menjadi faktor utama yang menekan pasar, karena berpotensi memicu volatilitas harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Selain itu, harga energi yang masih bergerak fluktuatif turut memperkuat tekanan terhadap IHSG.

Di tengah situasi tersebut, investor juga memanfaatkan momentum untuk melakukan profit taking, sementara investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual bersih (net sell), yang menambah tekanan pada indeks. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement