"Peningkatan kinerja tidak hanya tercermin dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari penguatan profitabilitas dan arus kas," ujar Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho, dalam kesempatan yang sama.
Simon menilai bahwa capaian kinerja GOTO telah mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line), di mana Perseroan mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif.
Di lain pihak, Perseroan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada Triwulan-2025 dan Rp966 miliar sepanjang tahun.
Dari sisi unit usaha, segmen financial technology mencatat pertumbuhan signifikan dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada Triwulan IV dan Rp497 miliar untuk setahun penuh. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan transaksi pembayaran serta ekspansi bisnis pinjaman.
Pendapatan bersih unit financial technology mencapai Rp1,7 triliun pada Triwulan IV atau naik 45 persen YoY dan Rp5,8 triliun sepanjang 2025, meningkat 62 persen YoY. Nilai buku pinjaman konsumen juga meningkat 68 persen (YoY) menjadi Rp8,8 triliun.
(taufan sukma)