Ekspor ini, kata Sahat, juga sebagai bentuk tingginya tingkat penerimaan dan kepercayaan konsumen global terhadap mutu produk farmasi Tanah Air sekaligus kompetensi produsen lokal dalam memenuhi kebutuhan medis dunia.
Senada, Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi berpendapat bahwa bertahannya aktivitas pengiriman ekspor di kala perseroan sedang melangsungkan proses penyehatan keuangan dan restrukturisasi internal merupakan sinyal kuat ketahanan usaha serta prospek bisnis Indofarma ke depan.
“Selain berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan memperkuat posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional, keberlanjutan pasar ekspor juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses restrukturisasi serta penguatan fundamental Indofarma,” kata Didi.
Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan bahwa pencapaian ekspor ini merupakan cerminan positif dari langkah penataan dan pembenahan yang tengah digulirkan secara berkesinambungan di tubuh grup usaha mereka.
Langkah penetrasi pasar luar negeri ini juga dipandang sebagai tonggak penting bagi entitas induk farmasi tersebut dalam mendongkrak keunggulan kompetitif sektor kesehatan domestik di kancah internasional.