AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Indonesia Cabut Larangan Ekspor, Harga Batu Bara di China Ambruk

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 12 Januari 2022 11:56 WIB
Harga perdagangan batu bara di China langsung ambruk begitu Indonesia mengumumkan ekspor komoditas tambang tersebut dibuka kembali.
Indonesia Cabut Larangan Ekspor, Harga Batu Bara di China Ambruk. (Foto: MNC Media)
Indonesia Cabut Larangan Ekspor, Harga Batu Bara di China Ambruk. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga perdagangan batu bara di China langsung ambruk begitu Indonesia mengumumkan ekspor komoditas tambang tersebut dibuka kembali. Apalagi, terdapat 14 kapal penuh dengan batu bara sudah siap berlayar menuju negara pembeli.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/1//2021), harga batu bara termal yang diperdagangkan di Zhengzhou Commodity Exchange mencapai turun 2,9% pada Selasa kemarin. Apalagi, hari ini pemerintah akan melanjutkan perdagangan secara luas setelah disetop pada 1 Januari lalu untuk menjamin pasokan untuk pembangkit listrik dalam negeri.

Pasar batu bara termal seaborne sempat mengalami kekacauan ketika Indonesia, eksportir terbesar dunia, mengumumkan akan menghentikan ekspor untuk Januari. Sejumlah penambang lokal memutuskan untuk menerbitkan force majeures guna menghindari kemungkinan wanprestasi.

Kondisi itu membuat beberapa pembeli dari China mencoba untuk membatalkan kontrak yang telah disepakati. Sebaliknya, Jepang, Korea Selatan dan Filipina meminta pemerintah Indonesia untuk mencabut larangan tersebut.

“Tidak ada lagi larangan ekspor berarti para penambang batu bara Indonesia harus melanjutkan aktivitas normal,” kata Justian Rama, analis Citigroup Inc di Jakarta, dalam sebuah catatan. "Mungkin ada beberapa kemunduran atau pelemahan dalam harga batu bara."

China adalah pengguna batu bara terbesar di dunia dan importir utama dari Indonesia. Benchmark batu bara berjangkanya turun 2,7% menjadi 681,4 yuan per ton pada Selasa (11/1/2021). Harga ini sedikit lebih baik dibandingkan 680 yuan, sehingga menjadi yang terendah sejak 31 Desember. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD