Momentum ini diperkirakan akan terus stabil memasuki paruh kedua tahun 2021, dipimpin oleh Thailand dan Indonesia. "Pengenalan SPAC Asean mungkin dapat memberikan alasan yang kuat untuk lebih banyak perusahaan melantai di bursa kedepannya," tambah dia.
Pasar di kawasan Asia-Pasifik mempertahankan momentum hingga paruh pertama tahun 2021, dengan perolehan tertinggi untuk paruh pertama tahun ini dalam lebih dari 20 tahun. Keseluruhan volume sejumlah 471 IPO yang menghasilkan USD74,3 miliar, peningkatan masing-masing 76% dan 108% dari tahun ke tahun. Sektor teknologi terus memimpin baik dari segi volume (99 IPO) dan pendapatan (USD 25,1 miliar).
Tiongkok berlanjut dengan pertumbuhan yang positif hingga paruh pertama tahun 2021 dengan 293 IPO, mengumpulkan dana sebesar USD 60,3 miliar. Mega IPO memainkan peran kunci di Tiongkok, dengan lima dari 10 IPO global teratas diluncurkan di bursa Tiongkok.
Terlepas dari gelombang baru pandemi Covid-19 di Jepang, negeri Sakura ini melihat angka IPO paruh pertama 2021 naik 59% menjadi 54 transaksi dengan jumlah USD 3,0 miliar secara hasil. Sementara Korea Selatan mencatat dua mega IPO pada paruh pertama tahun 2021, termasuk IPO terbesar kelima secara global pada kuartal II/2021 berdasarkan hasil dan mengumpulkan USD 2,0 miliar.(TIA)