Market Watch
Last updated : 16:15 WIB 04/08/2023

Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes

Major Indexes
  • IHSG
  • 6,852.84
  • -45.24
  • -0.66%
  • LQ45
  • 958.97
  • -8.06
  • -0.83%
  • IDX30
  • 498.29
  • -4.43
  • -0.88%
  • JII
  • 551.48
  • -2.32
  • -0.42%
  • HSI
  • 19,539.46
  • +118.56
  • +0.61%
  • NYSE
  • 16,071.06
  • -54.34
  • -0.34%
  • STI
  • 3,292.39
  • -11.67
  • -0.35%
Currencies
  • USD-IDR
  • 15,165
  • 0.00%
  • 0
  • HKD-IDR
  • 1,939
  • -0.01%
  • 0
Commodities
  • Emas
  • 948,184
  • +0.09%
  • +887
  • Minyak
  • 1,257,633
  • +0.13%
  • +1,668

Indonesia Pimpin Jumlah IPO di ASEAN, Namun Nilainya di Bawah Bursa Thailand

Market news
Anggie Ariesta
28/07/2021 15:15 WIB
Indonesia mencatat jumlah IPO terbesar dengan 22 transaksi yang menghasilkan USD0,5 miliar.
Indonesia mencatat jumlah IPO terbesar dengan 22 transaksi yang menghasilkan USD0,5 miliar.  (Foto: MNC Media)
Indonesia mencatat jumlah IPO terbesar dengan 22 transaksi yang menghasilkan USD0,5 miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - EY Asean IPO Leader, Max Loh, perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN pada Semester I 2021. Indonesia mencatat jumlah IPO terbesar dengan 22 transaksi yang menghasilkan USD0,5 miliar. 

Meskipun demikian, nilai transaksinya lebih kecil dari Thailand yang menghasilkan USD2,9 miliar dari 15 IPO. Raihan itu diikuti oleh Filipina dengan 2 kesepakatan sejumlah USD1,3 miliar. 

Sementara bursa di Malaysia dan Singapura melihat 12 transaksi dengan jumlah masing-masing USD 0,1 miliar dan 3 transaksi masing-masing sejumlah USD 0,24 miliar.

Pada paruh pertama 2021, bursa Asean tetap stabil, mencatat total 54 transaksi yang menghasilkan USD 5,1 miliar, dibandingkan dengan 44 transaksi yang menghasilkan USD 3,2 miliar pada periode yang sama di tahun 2020. 

"Terlepas dari berlangsungnya pandemi Covid-19 yang terus merusak ekonomi, perusahaan-perusahaan Asean menunjukkan optimisme dan keyakinan dalam pemulihan ekonomi akhir di kawasan ini, serta memanfaatkan pasar modal untuk pertumbuhan dan peluang digital yang muncul," katanya dikutip MNC Portal, Rabu (28/7/2021).

Momentum ini diperkirakan akan terus stabil memasuki paruh kedua tahun 2021, dipimpin oleh Thailand dan Indonesia. "Pengenalan SPAC Asean mungkin dapat memberikan alasan yang kuat untuk lebih banyak perusahaan melantai di bursa kedepannya," tambah dia.

Pasar di kawasan Asia-Pasifik mempertahankan momentum hingga paruh pertama tahun 2021, dengan perolehan tertinggi untuk paruh pertama tahun ini dalam lebih dari 20 tahun. Keseluruhan volume sejumlah 471 IPO yang menghasilkan USD74,3 miliar, peningkatan masing-masing 76% dan 108% dari tahun ke tahun. Sektor teknologi terus memimpin baik dari segi volume (99 IPO) dan pendapatan (USD 25,1 miliar).
 
Tiongkok berlanjut dengan pertumbuhan yang positif hingga paruh pertama tahun 2021 dengan 293 IPO, mengumpulkan dana sebesar USD 60,3 miliar. Mega IPO memainkan peran kunci di Tiongkok, dengan lima dari 10 IPO global teratas diluncurkan di bursa Tiongkok.
 
Terlepas dari gelombang baru pandemi Covid-19 di Jepang, negeri Sakura ini melihat angka IPO paruh pertama 2021 naik 59% menjadi 54 transaksi dengan jumlah USD 3,0 miliar secara hasil. Sementara Korea Selatan mencatat dua mega IPO pada paruh pertama tahun 2021, termasuk IPO terbesar kelima secara global pada kuartal II/2021 berdasarkan hasil dan mengumpulkan USD 2,0 miliar.(TIA)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis IDX Channel tidak terlibat dalam materi konten ini.