Dari perspektif ekonomi pasar modal, keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia dapat dimaknai sebagai bentuk kepercayaan bahwa fundamental pasar saham nasional masih cukup kuat dari sisi ukuran pasar, likuiditas, dan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Namun kepercayaan tersebut bersifat bersyarat. Artinya, keberlanjutan status Emerging Market ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi regulator dalam memperbaiki transparansi, meningkatkan free float emiten, memperkuat perlindungan investor, serta memastikan perdagangan berlangsung secara sehat dan efisien.
"Jika reformasi berjalan efektif, bukan hanya status Emerging Market yang dapat dipertahankan, tetapi Indonesia juga berpotensi memperoleh peningkatan bobot investasi global di masa mendatang," kata dia.
Menurut Hendra, bagi pergerakan jangka pendek, keputusan MSCI ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi IHSG karena mampu meredakan ketidakpastian yang selama beberapa bulan terakhir membayangi pasar.
Sebab, pelaku pasar sebelumnya cukup khawatir terhadap kemungkinan penurunan klasifikasi yang dapat memicu arus keluar dana asing. Dengan skenario tersebut tidak terjadi, maka ruang pemulihan kepercayaan investor menjadi lebih terbuka.