Ini Alokasi Rp5 Triliun yang Didapat PLN dari PMN di 2021

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 18 November 2020 14:00 WIB
PT PLN (Persero) mencatatkan bahwa perseroan telah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun.
Ini Alokasi Rp5 Triliun yang Didapat PLN dari PMN di 2021. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT PLN (Persero) mencatatkan bahwa perseroan telah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun. Nantinya anggaran tersebut akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure (Capex) untuk sejumlah proyek perseroan.

Dikatakan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Capex tersebut siap digunakan untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), serta menunjang program listrik desa (lisdes).

"Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan," kata Zulkifli, seperti dikutip SINDOnews, Rabu (18/11/2020).

Adapun rinciannya dari pengajuan anggaran tersebut yakni sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk transmisi dan gardu induk, sebesar Rp3 triliun digunakan untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.

Sementara itu, untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.

Sekadar informasi, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN telah mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT, dan sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.

"Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah 64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen," paparnya.

Dirut PLN membeberkan rincian dari PMN 2015, yakni sebesar Rp5 triliun telahh digunakan 100 persen pada proyek pembangkit transmisi dan gardu induk. Kedua, PMN 2016 sebesar Rp23,56 triliun terserap 100 persen pada proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan.

Ketiga, PMN 2019 sebesar Rp6,5 triliun terserap 87,3 persen pada proyek transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan. Dan terakhir, PMN 2020 sebesar Rp5 triliun, realisasi hingga Oktober 2020 sebesar 60 persen pada proyek pembangkit transmisi dan distribusi listrik desa. (*)

Baca Juga