AALI
10025
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1555
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1130
ADMF
7925
ADMG
230
ADRO
1740
AGAR
350
AGII
1460
AGRO
2040
AGRO-R
0
AGRS
208
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
230
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
720
AKRA
4630
AKSI
472
ALDO
715
ALKA
240
ALMI
238
ALTO
296
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
515.13
-0.02%
-0.11
IHSG
6638.04
0.08%
+5.07
LQ45
968.47
0.03%
+0.31
HSI
26036.99
0.08%
+19.46
N225
28808.90
0.35%
+100.32
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,819
USD/IDR 14,160
Emas
813,457 / gram

Intip Sederet Fakta Pergerakan IHSG dalam Sepekan

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Minggu, 19 September 2021 07:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi terakhir perdagangan Jumat (17/9/2021).
Intip Sederet Fakta Pergerakan IHSG dalam Sepekan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi terakhir perdagangan Jumat (17/9/2021). IHSG ditutup naik 23,30 poin atau 0,38 persen ke 6.133. 

Adapun mayoritas bursa saham regional Asia ditutup menguat pada perdagangan terakhir di pekan ini, mulai dari Nikkei 225 Index (Tokyo) yang ditutup menguat 176,71 poin atau 0,58 persen ke 30500,05, Hang Seng Index (Hong Kong) ditutup menguat 252,91 poin atau 1,03 persen ke 24920,76, dan Strait Times Index (Singapore) ditutup menguat 2,13 poin atau 0,07 persen ke 3071,23. Sementara itu, Shanghai Composite Index (Shanghai) ditutup stagnan. 

Berikut fakta pergerakan IHSG selama periode 16-20 Agustus 2021 berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI): 

1. IHSG naik 0,63 persen selama sepekan 

Dalam sepekan perdagangan, IHSG mengalami mengalami peningkatan sebesar 0,63 persen atau berada di level 6.133,246 dari posisi 6.094,873 pada penutupan pekan lalu. 

2. Rata-rata frekuensi harian bursa turun 

Berbalik dengan IHSG, rata-rata frekuensi harian Bursa mengalami penurunan sebesar 1,47 persen menjadi 1.357.562 transaksi dari 1.377.779 transaksi pada pekan Sebelumnya. 

3. Kapitalisasi pasar mengalami penguatan 

Kapitalisasi pasar Bursa turut meningkat 1,60 persen menjadi Rp7.487,290 triliun dari Rp7.369,549 triliun pada pekan sebelumnya. 

4. Rata-rata volume transaksi harian dan rata-rata nilai transaksi harian menguat 

Rata-rata volume transaksi harian pada pekan ini mengalami peningkatan sebesar 6,21 persen menjadi 22,560 miliar saham dari 21,241 miliar saham pada pekan yang lalu. 

Kemudian, peningkatan sebesar 13,40 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sepekan menjadi menjadi Rp12,584 triliun dari Rp11,097 triliun pada pekan lalu. 

5. Investor asing catatkan aksi beli bersih 

Investor asing pada hari perdagangan terakhir mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp598,28 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp25,074 triliun. 

Aksi beli bersih terbesar investor asing di akhir pekan dilakukan pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp140,2 miliar dan pergerakan saham menguat Rp90 atau 2,62 persen ke level Rp3.530 per saham. 

6. Selama sepekan terdapat satu perusahaan terbitkan Obligasi dan Sukuk 

Pada pekan ini, PT Global Mediacom Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap II Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nominal obligasi sebesar Rp700 miliar dan sukuk sebesar Rp300 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi ini adalah idA (Single A) dan idA(sy) (Single A Syariah) bagi sukuk. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank KB Bukopin Tbk. 

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 73 emisi dari 48 Perusahaan Tercatat senilai Rp69,44 triliun. Total emisi obligasi serta sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 486 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,21 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.325,01 triliun dan USD400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp6,17 triliun.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD