Di kawasan ASEAN, Indonesia juga hanya menyumbang sekitar 8 persen dari indeks MSCI ASEAN, jauh di bawah Singapura yang mencapai 55 persen serta Thailand dan Malaysia masing-masing 16 persen.
Menurut CGSI, kondisi tersebut membuat investor membutuhkan tingkat keyakinan dan kepastian yang lebih tinggi untuk kembali masuk ke pasar Indonesia, terutama karena bobot dan likuiditas pasar yang semakin kecil.
Selain itu, investor kini cenderung memilih lebih sedikit saham untuk mendapatkan eksposur terhadap Indonesia. Sebagian besar investor yang ditemui bahkan hanya mempertimbangkan kurang dari lima saham.
“Sejumlah investor yang kami temui menyebutkan bahwa mereka dapat memilih mendapatkan eksposur terhadap Indonesia melalui investasi pada perusahaan regional yang memiliki bisnis di Indonesia, seperti Sea Ltd dan Grab,” tulis CGSI.
Kebijakan, Gubernur BI, dan MSCI Jadi Sorotan
CGSI mencatat terdapat tiga isu utama yang paling banyak ditanyakan investor, yakni arah kebijakan pemerintah, Gubernur Bank Indonesia (BI), dan status Indonesia dalam indeks MSCI.