"Half the weight requires double the effort," demikian mengutip CGSI, menggambarkan, bobot Indonesia yang semakin kecil membuat investor membutuhkan alasan yang lebih kuat untuk meningkatkan eksposur terhadap pasar domestik.
Saham Pilihan dan Footsie
Untuk menghadapi ketidakpastian kebijakan sektoral, CGSI memilih portofolio yang lebih terdiversifikasi. Strategi tersebut dinilai dapat mengurangi risiko apabila muncul kebijakan yang tidak terduga pada sektor tertentu.
Saham pilihan utama CGSI adalah BBCA, BBNI, ASII, AADI, UNVR, EXCL, TINS, JPFA, MAPA, BFIN, dan WIIM.
Untuk jangka pendek, perhatian pasar tertuju pada keputusan FTSE Russell atau secara informal kerap disebut Footsie.
Dalam pembaruan 18 Agustus 2026, FTSE Russell memutuskan untuk tetap menunda sejumlah perubahan indeks utama terhadap saham Indonesia hingga setidaknya tinjauan Desember 2026.