IDXChannel - Jumlah pemegang saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mencatatkan lonjakan signifikan pada periode Juli 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang dirilis perseroan pada 7 Agustus 2026, terjadi penambahan sebanyak 1.960 investor baru dalam kurun waktu satu bulan.
Pertumbuhan tersebut mendorong total pemegang saham berstatus pemilik Single Investor Identification (SID) di emiten papan pengembangan ini naik 44 persen, dari sebelumnya 4.470 investor pada Juni 2026 menjadi 6.430 investor pada akhir Juli 2026.
Seiring dengan peningkatan basis investor tersebut, peta kepemilikan saham perseroan juga mengalami penyesuaian pada pemegang saham utama maupun publik. PT PIMSF selaku pemegang saham utama di atas 5 persen dan pihak pengendali menambah porsi kepemilikannya dari 250,87 juta saham (37,63 persen) menjadi 310,98 juta saham atau setara dengan 42,40 persen dari total saham tercatat.
Sementara itu, struktur kepemilikan manajemen perseroan tetap stabil, dengan Direktur Utama Dionysius Tjokro menggenggam 14.500 saham (0,00 persen), sedangkan anggota direksi dan komisaris lainnya tidak mencatatkan kepemilikan saham langsung. Adapun Kurniawan Eddy Tjokro tetap tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perseroan.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui verifikasi Know Your Customer (KYC), sebaran kepemilikan saham scripless GPSO terbagi ke dalam beberapa klasifikasi investor. Porsi terbesar didominasi oleh investor individu (individual) yang menguasai 360.097.217 saham, disusul oleh investor korporasi (corporate) dengan kepemilikan sebesar 353.203.886 saham.
Selain kedua kelompok tersebut, saham perseroan juga dikuasai oleh entitas Private Bank sebanyak 12.300.100 saham, Lembaga Keuangan (Financial Institution) sebesar 6.900.000 saham, entitas CV / Partnership sejumlah 554.300 saham, Afiliasi Pengendali sebanyak 454.600 saham, sektor Perbankan (Bank) sebesar 314.000 saham, serta Penasihat Investasi (Investment Advisors) sebanyak 45.600 saham.
Pertumbuhan jumlah pemodal juga berdampak positif pada porsi kepemilikan publik. Saham non-warkat (scripless) yang dimiliki oleh masyarakat atau pemegang saham di bawah 5 persen mengalami peningkatan dari 380,63 juta saham (57,09 persen) pada Juni 2026 menjadi 422,42 juta saham (57,60 persen) pada Juli 2026.
Dengan demikian, total saham free float yang memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-A dan I-V tercatat mencapai 419.180.303 saham atau setara dengan 57,15 persen dari total 733.415.103 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), meningkat dibanding posisi bulan sebelumnya yang sebesar 56,61 persen.
(Rahmat Fiansyah)