“[IPO tersebut] berpotensi menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek,” tulis BRI Danareksa, Selasa (23/6).
Secara teknikal, IHSG masih bergerak konsolidatif di kisaran 6.000-6.200 setelah menguat hampir 20 persen dari level terendah 5.330.
BRI Danareksa menilai selama IHSG bertahan di atas 6.000, tren pemulihan masih terjaga dengan potensi resistance di 6.220-6.380.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti level pivot di 6.100 sebagai area kunci jangka pendek. IHSG tercatat berada di bawah MA-5, namun masih bertahan di atas MA-10 dan MA-20, dengan MACD masih positif meski Stochastic RSI mulai melemah ke area pivot.
Dalam skenario teknikal, kata Phintraco, jika IHSG ditutup di bawah 6.100, indeks berpotensi menguji level psikologis 6.000. Namun jika bertahan di atas 6.100, konsolidasi diperkirakan berlanjut di rentang 6.050-6.220.