Perseroan menilai status perusahaan tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk dalam pengembangan bisnis dan restrukturisasi usaha apabila diperlukan.
"Mempertimbangkan hal di atas serta berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen Perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9/2026).
Siapkan Tender Offer Rp250 per Saham
Sebagai bagian dari proses go private, APAC Investment 2 Pte Ltd akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) atas saham milik pemegang saham publik.
Jumlah saham yang menjadi objek VTO mencapai 89.305.900 saham atau setara 9,402 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh IPAC.
Harga penawaran VTO lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC di BEI selama 90 hari sebelum tanggal pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yakni Rp173 per saham.